Breaking News
Jelaskan Perbedaan Ciri-Ciri Antara Wirausaha dan Manajer

Jelaskan Perbedaan Ciri-Ciri Antara Wirausaha dan Manajer

Jelaskan perbedaan ciri-ciri antara wirausaha dan manajer – Manajer dan pengusaha, istilah ini pasti sering digunakan dalam teori yang membahas tentang manajemen, meskipun terkadang teresan mirip dan hampir memiliki karakter yang sama tetapi nyatanya memiliki fungsi yang berbeda.

Tetapi, dua elemen ini tidak bisa dipisahkan dan akan selalu ada dalam sebuah Bisnis atau perusahaan. Pengusaha dan manajer saling bersinergi untuk melahirkan sebuah manajemen perusaah yang sehat, tepat dan kompetitip dalam mengembangkan sebuah perusahaan.

Untuk dasarnya, perbedaan antara pengusaha dan manajer adalah mereka memegang posisi yang berbeda dalam sebuah organisasi. Pengusaha merupakan owner atau pemeiliki dari sebuah perusahaan sedangkan manajer ini posisinya sebagai karyawan biasa dari perusahaan.

Pengusaha merupakan seseorang, kelompok atau lembaga yang memiliki tingkat kreatif, ide yang inovatif sehingga mampu mendirikan sebuah perusahaan. Jika kita lihat dari kamus KBBI, pengusaha ini berarti orang yang berusaha dalam bidang perdagangan.

Jika seseorang ingin menjadi seorang pengusaha, orang tersebut harus memiliki ide-ide yang inovatif, pekerja keras, cerdas dan yang paling penting harus memiliki passion dalam berbisnis.

Soerang pengusaha diisini pasti memiliki resiko dan mengambil tanggung jawab keuangan dalam bisnis, ini artinya jika bisnis yang dibangun serta dijalankan mengalami kegagalan, mereka akan kehilangan uang dan tentunya kredibilitas.

Sedangkan manajer dalam artian umum didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilang serta pengetahuan untuk dapat mengelola, mengendalikan, mengembangkan, mengatur dan dapat memimpin keberlangsungan semua kegiatan oprasional dalam perusahaan.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya tentang apa perbedaan, ciri-ciri antara wirausaha dan manajer, mari kita simak penjelasannya dibawah ini:

7 Definis Perbedaan Antara Wirausaha dan Manajer

Untuk mebedakanya lebih jelas, berikut ini kami rangkum ciri-ciri, peran, fungsi dan perbedaan antara manajer dan wirausaha:

Definisi Wirausaha dan Manajer

Untuk membedakanya, hal pertama yang kita bandingkan adalah definisi antara pengusaha dan manajer. Secara definisi, akan terlihat sangat kontras bahwa kedua peran pengusaha dan manajer memiliki perbedaan yang sangat jauh.

Pengusaha atau wirausahawan adalah orang yang mendirikan sebuah bisnis atau perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dan pengusaha ini berani untuk mengambil resiko keuangan. Jadi secara kasar, wirausahawan adalah orang-orang yang mendirikan perusahaan sendiri baik itu secara individu atau kelompok.

Sedangkan untuk seorang manajer merupakan seseorang yang ditugaskan untuk mengambil tanggung jawab dalam mengendalikan atau mengelola staf karyawan untuk berjalannya operasional perusahaan. Bahkan ada juga beberapa manajer yang juga bertanggung jawab penuh pada operasional suatu perusahaan.

Manajer yang mengemban tugas demikian biasanya menduduki posisi yang lebih tinggi atau manajer di sebuah perusahaan yang skalanya masih menengah ke bawah.

Lalu, jika kita lihat secara personal. Maka seorang pengusaha atau wirausahawan memiliki sifat yang lebih independen. Hal ini karena pengusaha langsung pertanggung jawab atas dirinya sendiri atas bisnis atau usaha yang sedang dijalankan.

Sedangkan seorang menajer pada umumnya masih memiliki atasan dan manajer bekerja serta bergerak sesuai SOP, arahan, atau aturan yang tertera dalam kontrak yang sudah disetujui sebelumnya.

Cara Berpikir dan Memandang Masa Depan

Perbedaan yang kedua adalah dalam cara memandang masa depan. Menurut sebuah penelitian, rata-rata seorang manajer memiliki cara pandang dan logika prediktif yang digunakan membuat mereka masa depan hanya sebagai kontinuitas dari kejadian masa lalu. Forecast dan prediksi merupakan sesuatu yang mutlak bagi seorang manajer.

Tapi sebaliknya, para pengusaha memiliki pandangan bawah masa depan masih bisa dirubah atau dibentuk selama mereka bisa mendapatkan komitmen, kepercayaan dari para pemasok, investor dan pelangganya.

Dengan cara para pandang seperti ini, pada pengusaha memiliki pekekaan terhadap peluang bahkan mereka menganggap jika sebuah krisis sebagai peluang, selalu berusaha membangun jaringan relasi dengan pihak lain serta tidak percaya atas data historis.

Orientasi Pengambilan Keputusan

Seorang manajer pada umumnya biasanya lebih ke goal oriented, jika diberikan target pekerjaan, para manajer akan mencoba memecah menjadi beberapa subtarget lalu menyiapkan sumber daya untuk memenuhi subtarget hingga target keseluruhan.

Sedangkan untuk para pengusaha biasanya lebih means oriented. Jika mereka diberikan target mereka tidak akan langsung mengambilnya begitu saja. Para pengusaha akan lebih cenderung untuk mengawali rencanannya dengan malakukan perhitungan sumber daya untuk mencapai target yang mereka miliki seperti pemodalan, relasi bisnis, tokoh pejabat atau kenalan yang punya kekuasaan dan lain sebagainya. dan nilai investori tersebut akan diramu untuk menjalankan rencana dalam mencapai target.

Faktor tersebut mungkin akan menjelaskan mengapa selama ini para pengusaha tidak memiliki target yang fix, hal ini dikarenakan target mereka akan berubah sesuai dengan inventori yang mereka miliki saat itu.

Cara Menilai Resiko

Perbedaan antara pengusaha dan manajer selanjutnya adalah dari bagaimana mereka menilai resiko. Para manajer biasanya menggunakan metode expected return, hal ini berarti para manajer lebih fokus pada net present value.

Sedangkan para pengusaha menggunakan metode affordable loss. Dalam hal ini sangat terlihat jelas perbedaanya, karena pengusaha lebih memperhitungkan seberapa besar kegagalan yang mungkin akan mereka tanggung. Ini berarti, jika selama besarnya kerugian maksimal masih bisa mereka tanggung, maka mereka akan terus melanjutkan bisnis dan rencana untuk mencapai targetnya.

Cara Menyikapi Kompetitor

Perbedaan yang selanjutnya adalah dalam menyikapi kompetitor atau pelaku pasar yang lain. Para manajer sering kali beranggapan jika kompetitor merupakan lawan yang harus dikalahkan. Pangsa pasar merupakan sesuatu yang harus dimenangkan, tidak hanya itu saja, para manajer biasanya menutup rapat strategi atau enggan berbagi informasi terhadap orang yang dianggap kompetitor.

Berbanding balik dengan pelaku wirausaha, selama mereka mendapatkan take and give, ada trade off yang di dapatkan, mereka tidak segan untuk berbagi atau sharing terhadap lawanya, atau lebih jauhnya bahkan mereka akan melakukan kolaborasi, menciptakan serta menggarap peluang secara bersama.

Bagi pelaku wirausaha, mereka menganggap jika bisnis merupakan sebuah permainan yang menyenangkan. Asalkan jaringan bisa tetap berkembang dan menjaga hubungan tetap baik dan terjaga, para pengusaha selalu bersikap bawah kalah atau menang merupakan sesuatu yang wajar.

Memiliki Fokus Yang Berbeda

Fokus seorang pengusaha dan manajer juga memiliki perbedaan yang sangat signifikan, mengapa demikian? hal itu dikarenakan pengusaha dan manajer memiliki wewenang yang sangat berbeda.

Seorang wirausaha yang akan bertanggung jawab secara penuh terhadap bisnisnya harus fokus terhadap perkembangan dan kemajuan bisnisnya secara menyeluruh. Pengusaha harus terus terlibat dalam semua sektor dan kegiatan bisnisnya agar memastikan berjalan sesuai rencana.

Meskipun para pengusaha sudah memiliki karyawan untuk menghendel semua kegiatan dalam bisnis, tapi nyatanya tidak jarang jika owner langsung turun tangan demi kemajuan bisnisnya.

Berbeda dengan seorang manajer, mereka hanya bertanggung jawab dan hanya fokus terhadap divisi yang menjadi tanggung jawabnya. Para manajer tidak perlu memikirkan divisi lainya, karena setiap divisi memiliki penanggung jawabnya masing-masing.