Breaking News
Apa yang dimaksud dengan marketing mix

Apa yang dimaksud dengan marketing mix?

Apa yang dimaksud dengan marketing mix? – Marketing merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan berbisnis. Karena ini akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan memasarkan sebuah produk. Ada berbagai cara dan strategi marketing, salah satunya adalah marketing mix.

Selama ini mungkin Anda pernah mendengar istilah ini di surat kabar, televisi, atau di seminar. Namun apakah Anda telah mencari tahu dan mempelajarinya lebih dalam lagi?

Jika Anda belum terlalu paham tentang apa itu marketing mix, pada artikel ini kami akan mencoba menjelaskan tentang pengertian, fungsi dan konsep marketing mix. Mari kita simak!

Apa itu Marketing Mix?

Menurut Amstrong dan Kotler, Marketing Mix merupakan sekumpulan variabel dalam sebuah kegiatan pemasan yang digunakan oleh perusahaan sebagai strategi untuk mengejar target penjualan, baik itu target penjualan harian, mingguan, bulanan sampai tahunan.

Jika kita lihat dari pendapatnya Amstrong dan Kotler, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari marketing mix adalah sebuah strategi pemasaran yang dilakukan secara bersamaan atau strategi pemasaran secara terpadu. Strategi ini digunakan dengan menerapkan beberapa elemen strategi yang ada dalam konsep marketing mix itu.

Pada dasarnya, strategi marketing mix ini memiliki empat variabel seperti berikut ini:

  1. Product – Apakah produk yang akan dijual sesuai dengan kebutuhan target pasar?
  2. Price – Apakah harga produk kompetitip dan bisa di jangkau oleh target pasar?
  3. Place – Apakah calon pembeli dapat menemukan dan mengakses produknya dengan mudah?
  4. Promotion – Apakah produknya sudah dipromosikan dengan baik dan sesuai target?

Itulah mengapa selama ini marketing mix terkenal dengan strategi 4P. Keempat variabel tersebut dianggap penting dan menjadi patokan marketer saat sedang merencanakan sebuah rencana pemasaran.

Namun, ilmu dalam bidang ekonomi dan sosial sangat mudah cepat berubah bahkan sangat fleksibel, hal ini dikarenakan kita harus mengikuti perkembangan zaman serta tantangan dari kondisi yang terjadi disekitar kita. Dengan begitu, marketing mix juga mengalami beberapa perubahan penambahan variabel, yang tadinya teori 4P sekrang berkembang menjadi 7P.

Penambahan 3 variabel diantaranya seperti people (siapa orang yang membuat produknya), physical evidence (bagaimana produknya dikemas), dan procces (bagaimana produknya di produksi)

Sebelum berbisnis, apakah perlu mempelajari marketing mix? lalu apa manfaat dan fungsinya untuk Bisnis? mari kita cari tahu lebih jauh.

Apa Fungsi Marketing Mix Untuk Bisnis?

Jika berbisnis, memiliki produk bagus tanpa mengetahui strategi pemasaranya aja percuma. Karena Anda perlu sebuah strategi yang efektif dan terbukti agar produk Anda dikenal serta diketahui oleh banyak orang yang menjadi target pasar Bisnis.

Lalu bagaimana cara menentukan dan membentuk strageti dalam pemasaran? nah, disini fungsinya marketing mix adalah untuk membantu Anda dalam merumuskan sebuah strategi marketing yang efektif dan power full. Dengan strategi ini, Anda dapat mengenalkan produk sesuai dengan target pasar dengan cara penyampaian produk yang sesuai.

Tahukan Anda? jika selama ini bangkrutnya sebuah perusahaan disebabkan oleh gagalnya dalam memasarkan produknya. Nah harapanya, dengan semakin banyaknya pengusaha yang memahami tentang sebuah strategi marketing mix, diharapkan para pelaku bisnis paham tentang apa yang harus mereka pasarkan.

Mari kita bahas tentang 7 variabel yang ada dalam strategi marketing mix, baca sampai selesai.

7 Variabel Pilar dalam Marketing Mix

Setelah kita mengetahui marketing mix dan 7 variable utamanya, dibawah ini kita akan membahas secara lengkap tentang 7 variablenya. Simak dibawah ini:

1. Product (Produk)

variabel product dalam marketing mix

Produk merupakan apa saja yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Produk bisa dalam bentuk jasa, virtuan, atau barang. Pada era digital seperti sekarang ini, bisnis Anda tidak hanya bisa memproduksi produk fisik atau jasa saja. Anda juga bisa menciptakan produk yang bersifat digital virtual seperti aplikasi, website dan yang lainya.

Tapi, Anda perlu perhatikan dalam membuat sebuah produk adalah harus memproduksi produk yang memiliki permintaan (demand) dari pasar. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk membuat produk Anda harus melakukan riset apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar, dan cari solusi yang bisa Anda tawarkan.

Untuk memudahkan dalam proses riset pasar, berikut ini beberapa pertanyaan yang perlu Anda jawab:

  1. Apa masalah yang sedang terjadi disekitar kita?
  2. Apakah ada solusi untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah?
  3. Tentukan solusi (produk) apa yang akan kita tawarkan?
  4. Apa keuntungan, kelebihan, dan keunikan produk yang Anda tawarkan?

Jika kita perhatikan, banyak bisnis yang mengalami kegagalan di tengah jalan karena buruknya riset sehingga salahnya dalam memilih produk di awal. Banyak para pelaku bisnis yang terjebak dalam memproduksi produk yang hanya mengandalkan ide tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

Hal yang perlu Anda ketahui, menawarkan produk yang tidak diinginkan oleh konsumen merupakan faktor awal dari sebuah kegagalan terbesar para pelaku usaha rintisan. Menurut sebuah data, 36 persen perusahaan rintisan mengalami kegagalan karena salahnya dalam menentukan produk yang di ciptakan.

Jadi, sebelum Anda memikirkan lebih jauh tentang strategi apa yang akan Anda lakukan. Terlebih dahulu Anda harus menemukan dan membuat produk yang dibutuhkan serta diinginkan oleh pasar. Bukan hanya sekedar ide subjektif saja.

2. Price

variabel kedua dari marketing mix

Variabel berikutnya dalam strategi marketing mix adalah penentuan price. Variabel price atau harga adalah sebuah jumlah uang yang harus konsumen keluarkan atau tukarkan untuk mendapatkan produk Anda. Dalam variabel ini, Anda harus cermat. Karena jika harga terlalu rendah, bisa menjadi bahasa dalam keberlangsungan bisnis. Tapi di sisi lain, harga yang terlalu mahal juga akan mempersempit segmen pasar sehingga menyurutkan minat pembeli,

Anda harus menemukan titik harga yang mana konsumen tidak merasa keberatan dan bisnis tetap bisa berjalan dan berkembang. Dalam sebuah istilah ilmu ekonomi anda harus menemukan harga terendah yang bisa Anda pasang pada produk agar bisnis tidak merugi.

Ada rumus tersendiri untuk menemukan break even price, yaitu:

(Total Fixed Cost/Production Volume)+Variable Cost Per Unit = Break Even Price

  • Total Fixed Cost Merupakan biaya keseluruhan yang dikeluarkan dalam proses pembuatan produk. Didalamnya termasuk ongkos tenaga, ongkos material dan ongkos yang lainya seperti marketing, kantor, alat tulis, dll.
  • Production Volume merupakan jumlah yang dibuat secara keseluruhan.
  • Variable Cost Per Unit merupakan fix biaya pembuatan persatu buah produk.

3. Place

Place disini berarti tempat lokasi fisik yang menjadi tempat berjalannya bisnis atau tempat distribusi untuk mencapai target pasar. Anda perlu menemukan lokasi yang pas dan strategis, hal ini untuk memudahkan dalam menjangkau target pasar dengan tepat dan mudah.

Unsur marketing mix kali ini mencangkup tempat oprasional berlangsungnya kegiakan Bisnis seperti kantor pusat, kantor cabang, gudang, pabrik, toko fisik, sampai toko cabang. Perlu Anda ketahui, kantor pusat, dengan tempat lainya tidak harus dalam satu lokasi. Pilihlah sebuah lokasi yang ideal, dengan mempertimbangkan biaya dan fungsinya.

4. Promotion

Promosi atau promotion merupakan suatu proses untuk mencapai sebuah tujuan yaitu target penjualan dan brand awareness. Bagian variabel ini bisa dibilang element marketing mix yang paling penting dan vital.

Untuk itu Anda harus merancang sebuah strategi yang cocok serta efektif untuk mengenalkan dan menawarkan produk Anda. Promosi bisa dilakukan di berbagai media mulai dari media onlie, digital ads, vidio online, website, media sosial, radio atau televisi.

5. Pysical Evidence

Pysical evidence (bukti fisik) tidak hanya terpaku dengan produk fisik saja. Produk berbentuk fisik hanyalah salah satu dari beberapa bagian pysical evidence.

Bukti fisik disini bisa berupa brosur, souvenir, logo, website resmi, akses layanan customer service, event dan seragam karyawan.

Bukti fisik ini sangat penting, karena bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan konsumen dalam membeli jasa atau produk yang kita tawarkan.

6. People

People yang dimaksud dalam variabel disini adalah sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam keberlangsungan bisnis. SDM merupakan salah satu faktor, dan menjadi aset yang paling penting dalam bisnis. Jika Anda salah dalam memilih SDM, bisa mempengaruhi terhadap performa bisnis.

Dalam sebuah data menunjukan rekrutmen SDM yang buruk merupakan faktor kedua terbesar dalam kegagalan sebuah perusahaan rintisan. Jadi jangan sampai Anda menganggap rekrutmen menjadi proses yang sepele.

7. Process

Process dini merupakan sebuah mekanisme, prosedur, atau alur yang harus konsumen lakukan untuk membeli atau menggunakan jasa layanan Anda. Untuk pengertian lebih mudahnya, process merupakan sebuah pengalaman konsumen mulai dari awal mengetahui sampai melakukan pembelian produk atau jasa Anda.